Fakta Tentang Mencuci Rambut

Rambut menjadi bagian yang penting dalam penampilan seseorang terutama kaum wanita. Rambut bagaikan mahkota sehingga harus sehat dan terlihat menarik. Sebenarnya tidak ada aturan pasti tentang frekuensi mencuci rambut. Biasanya hal ini bergantung pada jenis rambut, tingkat produksi minyak, dan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Orang yang bergerak aktif biasanya produksi minyak terutama pada rambut cukup tinggi sehingga harus mencuci rambut setiap hari.

gambar dari tipsehatmu.tk

Menurut banyak orang, lebih sering mencuci rambut dapat menyehatkan rambut, tetapi ada juga yang menganggap bahwa hal itu merusak rambut. Menurut para ahli, frekuensi mencuci rambut yang tepat untuk menjaga kesehatan rambut juga belum pasti. Rambut berminyak menyebabkan sebum atau minyak pada kulit kepala bertambah. Mencuci rambut bisa mengurangi minyak tetapi rambut yang kehilangan minyak akan mengalami kasar, kusam dan susah diatur.

Faktor Penyebab Frekuensi Cuci Rambut

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi untuk mencuci rambut:

  • Minyak

    Penyebab utama rambut kotor adalah minyak. Jumlah minyak yang dihasilkan tubuh bergantung pada usia, genetika, jenis kelamin, dan lingkungan. Produksi minyak yang banyak umumnya dialami oleh remaja dan orang dewasa yang berusia 20 hingga 30 tahun. Usia produktif biasanya aktif beraktivitas sehingga produksi minyaknya juga banyak. Seiring bertambahnya usia, minyak yang dihasilkan pada kulit kepala menurun. Orang yang menghasilkan minyak berlebih pada kulit kepala harus mencuci rambut setiap hari. Sedangkan orang yang menghasilkan minyak sedikit saja cukup mencuci rambut 2 hingga 3 kali saja dalam seminggu.

  • Jenis rambut

    Orang dengan rambut lurus dan tipis perlu mencuci rambut lebih sering daripada orang yang memiliki rambut keriting atau bergelombang. Rambut lurus mudah dilapisi sebum atau ketombe karena lebih cepat berminyak. Rambut yang keriting biasanya membutuhkan kondisi yang lebih lembap agar tetap lembut sehingga tidak bertambah keriting atau megar.

  • Volume Keringat

    Jumlah keringat yang dihasilkan oleh tubuh karena aktivitas yang dilakukan biasanya menentukan frekuensi untuk mencuci rambut. Keringat menyebabkan sebum pada rambut, kotor, dan menimbulkan bau yang kurang sedap. Jika sering berkeringat, biasanya harus keramas atau mencuci rambut setiap hari. Sedangkan orang yang jarang berkeringat biasanya mencuci rambut 2 atau 3 kali saja seminggu.

  • Kondisi Lingkungan

    Lingkungan sangat memengaruhi kondisi rambut. Kotoran dan debu bisa menempel pada rambut sehingga rambut menjadi kotor dan kusam. Cuaca juga memengaruhi frekuensi untuk keramas. Kalau berada di kota besar yang penuh polusi tentu saja harus lebih sering mencuci rambut agar rambut sehat dan tetap terlihat menarik.

  • Produk untuk mengatur rambut

    Produk rambut bisa menumpuk di rambut dan kulit kepala sehingga menyebabkan iritasi dan kerusakan kalau dipakai terlalu sering. Jika demikian, sebaiknya frekuensi mencuci rambut lebih sering atau setiap hari.

Baca Juga  4 Makanan Berkalsium Tinggi yang Setara Dengan Susu

 

Cara Kerja Shampoo

Shampoo adalah produk utama untuk mencuci rambut. Shampoo harus menghilangkan minyak, kotoran, dan sisa produk lainnya seperti krim rambut. Orang dengan produksi minyak normal tidak perlu mencuci rambut setiap hari karena minyak rambut yang hilang bisa meningkatkan risiko kerusakan rambut. Sebaiknya keramas disesuaikan dengan kondisi rambut seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jadi tidak ada peraturan baku untuk frekuensi keramas. Sesuaikan saja sesuai dengan kebutuhan masing-masing karena diri sendiri yang tahu tentang kebutuhannya. Setiap orang pasti berbeda frekuensi mencuci rambutnya sehingga tidak ada yang benar dan salah.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.